- Terdapat 10 buah topologi dan yang harus dikerjakan tiap kelompok adalah topologi nomor = (nomor kelompok mod 10) + 1
- Penamaan komponen-komponen harus sama dengan yang ada pada topologi. Dilarang keras ketika pengerjaan menggunakan nama host / router yang berbeda dengan nama yang tertera pada topologi.
- Untuk area DMZ (tp & gm) menggunakan IP DMZ yang telah dialokasikan (bisa dilihat di tabel yang sama ketika pembagian IP tuntap).
- Untuk host tiap lokasi, cukup disimulasikan dengan 1 uml saja, tidak usah membuat sebanyak jumlah yang tertera pada topologi.
Pertama-tama, kita melakukan perhitungan subnetting sekaligus mengalokasikan alamat IP pada topologi jaringan tersebut. Mengenai simulasi subnetting dan routing di program GUI dan UML Linux akan dijelaskan di postingan saya berikutnya. Langkah-langkah perhitungan subnetting adalah sebagai berikut.
- Kelompokkan jaringan tersebut menjadi subnet-subnet kecil menjadi besar agar mudah dalam menghitung dan membagi alokasi IP nanti. Pembagiannya seperti terlihat pada gambar berikut.
- Di sini kita mengasumsikan perhitungan metode supernetting dan IP general yang dipakai adalah 10.51.0.0. Selanjutnya kita mencari subnet mask dari masing-masing subnet tersebut dimulai dari subnet paling bawah.
- Subnet F (merah, antara host taman_bungkul & router siola, jumlah host = 512)
Jumlah host < 2n – 2
512 < 2n – 2
512 < 2n
n > 2log 514, diambil yang batas atasnya, yaitu 10
Jadi n = 10
Subnet mask : 32 – 10 = 22, jadi subnet mask-nya /22 - Subnet E (krem, antara router siola & router monkasel, jumlah host = 2)
Jumlah host < 2n – 2
2 < 2n – 2
4 < 2n
n > 2log 4
Jadi n = 2
Subnet mask : 32 – 2 = 30, jadi subnet mask-nya /30 - Gabungan subnet E (/30) & F (/22), didapat subnet mask /21 (didapat dari subnet mask terkecil yang dari subnet mask gabungan, lalu dikurangi dengan 1)
- Subnet H (kuning, antara host plasa_surabaya & router balai_kota, jumlah host = 64)
Jumlah host < 2n – 2
64 < 2n – 2
66 < 2n
n > 2log 66, diambil yang batas atasnya, yaitu 7
Jadi n = 7
Subnet mask : 32 – 7 = 25, jadi subnet mask-nya /25 - Subnet G (oranye, antara router balai_kota & router monkasel, jumlah host = 2), didapat subnet mask /30.
- Gabungan subnet G (/30) & H (/25), didapat subnet mask /24.
- Gabungan dari subnet EF (/21) & GH (/24), didapat subnet mask /20.
- Subnet D (hijau, antara router monkasel & router tugu_pahlawan, jumlah host = 2), didapat subnet mask /30.
- Gabungan subnet D (/30) & EFGH (/20), didapat subnet mask /19.
- Subnet B (biru muda, antara server tp & router ampel, jumlah host = 2)
Jumlah host < 2n – 2
2 < 2n – 2
4 < 2n
n > 2log 4, diambil yang batas atasnya, yaitu 2
Jadi n = 2
Subnet mask : 32 – 2 = 30, jadi subnet mask-nya /30 - Subnet C (biru, antara server gm & router ampel, jumlah host = 2)
Jumlah host < 2n – 2
2 < 2n – 2
4 < 2n
n > 2log 4
Jadi n = 2
Subnet mask : 32 – 2 = 30, jadi subnet mask-nya /30
- Gabungan subnet B (/30) & C (/30), didapat subnet mask /29 (jika kedua subnet mask besarnya sama, maka untuk mendapatkan subnet mask di level yang lebih tinggi, kedua subnet mask tersebut tinggal dikurangi dengan satu saja).
- Subnet A (ungu, antara router ampel & router tugu_pahlawan, jumlah host = 2), didapat subnet mask /30.
- Gabungan subnet A (/30) & BC (/29), didapat subnet mask /28
- Subnet J (abu-abu, antara host sutos & router stasiun_gubeng, jumlah host = 256)
Jumlah host < 2n – 2
256 < 2n – 2
258 < 2n
n > 2log 258, diambil yang batas atasnya, yaitu 9
Jadi n = 9
Subnet mask : 32 – 9 = 23, jadi subnet mask-nya /23 - Subnet I (krem, antara host kebun_bibit, router stasiun_gubeng, & router tugu_pahlawan, jumlah host = 20)
Jumlah host < 2n – 2
20 < 2n – 2
22 < 2n
n > 2log 22, diambil yang batas atasnya, yaitu 5
Jadi n = 5
Subnet mask : 32 – 5 = 27, jadi subnet mask-nya /27
- Gabungan subnet I (/27) & J (/23), didapat subnet mask /22.
- Gabungan subnet DEFGH (/19) dan IJ (/22), didapat subnet mask /18.
- Gabungan subnet ABC (/28) dan DEFGHIJ (/18), didapat subnet mask terbesar dalam topologi jaringan ini, yaitu /17. Sehingga, alamat IP general lengkap beserta subnet mask-nya: 10.51.0.0/17, dengan rentang alamat IP yang bisa digunakan adalah 10.51.0.0 - 10.51.127.255.
- Berdasarkan perhitungan awal di langkah-langkah sebelumnya, sekarang kita alokasikan alamat IP untuk masing-masing host dan router di semua subnet di dalam topologi jaringan tersebut. Pemgalokasiannya secara horizontal boleh tidak urut dimulai dari subnet yang berada di sebelah kiri, kanan, atau tengah (bila ada), asal secara vertikal dahulukan subnet paling atas serta tidak ada satupun host, router, dan server di dalam jaringan yang beralamat IP sama persis. Namun untuk memudahkan, lebih baik jika pengalokasiannya dilakukan secara urut. Hasil pengalokasian yang saya lakukan adalah sebagai berikut.
Subnet Subnet Mask Network ID Range Broadcast Address A /30 10.51.64.0 10.51.64.1 - 10.51.64.2 10.51.64.3 B /30 10.151.71.144 10.151.71.145 - 10.151.71.146 10.151.71.147 C /30 10.151.71.148
10.151.71.149 - 10.151.71.15010.151.71.151 D /30 10.51.96.0 10.51.96.1 - 10.51.96.2 10.51.96.3 E /30 10.51.112.0 10.51.112.1 - 10.51.112.2 10.51.112.3 F /22 10.51.116.0 10.151.116.1 - 10.51.119.254 10.51.119.255 G /30 10.51.120.0 10.51.120.1 - 10.51.120.2 10.51.120.3 H /25 10.51.120.128 10.51.120.129 - 10.51.120.254 10.51.120.255 I /27 10.51.0.0 10.51.0.1 - 10.51.0.30 10.51.0.31 J /23 10.51.2.0 10.51.2.1 - 10.51.3.254 10.51.3.255 - Terakhir, pada topologi bisa kita tuliskan alamat IP masing-masing host dan router yang ada di topologi jaringan tersebut menjadi sebagai berikut.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar