Kala itu, di malam yang cukup dingin
Aku, diriku tengah berada
Menyusuri jalan beraspal namun hening
Berjalan pulang menuju rumahku
Saat itulah...
Tak sengaja tatapan kedua mataku terarah
Terarah ke arah seorang bapak tua
Yang duduk di atas tanah tepat di seberang diriku
Menjajakan keranjang penuh buah-buahan
Menunggu orang-orang sekitar membelinya
Sungguh prihatin hatiku
Malang nasib bapak itu
Badannya terlihat agak kurus
Ia lakukan pekerjaan itu seorang diri
Demi nafkah hidup keluarga tercintanya sendiri
Sungguh heran pula kalbuku
Kendati tiada baju menghias badannya
Hanya celana pendek dan kopiah lusuh yang ada
Ia sanggup bertahan kuat lagi tegar
Seolah tak peduli
Tak peduli dingin dan kelamnya malam itu
Dalam hatiku, ku bertanya
Bilakah ada insan-insan yang peduli padanya
Yang hendak membantunya
Meski itu kecil tak berarti apa-apa
Paling tidak, sanggup ringankan beban deritanya
Daripada hanya bergumam kasihan... dan kasihan saja
Atau acuh tak acuh tanpa tindakan riil
Melihat keadaannya... itu