Rabu, 08 Mei 2013

Modul 3: Konfigurasi DNS via UML (1)

1.    Berilah nama pada komputer dan router sesuai dengan topologi anda:
2.    Dari topologi anda, buatlah hal-hal berikut ini:
a.    Satu domain besar bernama klpxx.jarkom.com, yang ditangani oleh stitch (yang tergabung dalam domain ini adalah selain woodstock & Snoopy)
Clue:
Setelah menginstal pada tempat di atas, sekarang masuk ke dalam server Stitch yang menangani domain besar bernama klpxx.jarkom.com.
/etc/bind/named.conf.local --> nano /etc/bind/named.conf.local
b.    Subdomain kartun.klpxx.jarkom.com, beranggotakan woodstock, yang ditangani oleh Stitch. Komputer woodstock akan bernama woodstock.kartun.klpxx.jarkom.com
c.    Subdomain anime.klpxx.jarkom.com, beranggotakan snoopy, yang ditangani oleh elmo. Komputer snoopy akan bernama snoopy.anime.klpxx.jarkom.com
d.    woodstock.kartun.klpxx.jarkom.com akan menjadi slave untuk Anime.klpxx.jarkom.com
e.    Kalau melakukan ping ke admin.klpxx.jarkom.com maka akan mengarah ke Doraemon
f.    Kalau melakukan ping ke dns.klpxx.jarkom.com maka akan mengarah ke Stitch
g.    Elmo menjadi dns slave dari Stitch
3.    Buatlah ‘load balancing’. Sehingga jika kita ping ke server.klpxx.jarkom.com, maka akan muncul 2 IP server, yaitu IP Stitch dan IP Elmo.

       Mula-mula, kita pahami dulu topologi yang akan digunakan. Dalam praktikum yang saya jalani, topologi jaringan yang saya peroleh terdiri dari: 1 router, 2 switch, dan 8 host. Router tersebut membagi jaringan menjadi 2 subnet yang mana di dalamnya masing-masing terdapat 1 host untuk server DNS dan 3 host untuk klien biasa. Router tersebut juga memiliki 3 tangan: eth0 yang terhubung ke internet melalui IP TUN/TAP (IP TUN/TAP yang saya gunakan: 10.151.70.72), eth1 yang terhubung ke subnet pertama, dan eth2 yang terhubung ke subnet kedua. Antara router dan tiap subnet dihubungkan dengan switch.

       Lebih jelasnya, berikut ini konfigurasi IP address untuk masing-masing subnet. Untuk lebih mudahnya, konfigurasi pada setiap host pada subnet tersebut kita terapkan pada interface eth0.
  1. Subnet Pertama
    • Komputer Server 1 (Stitch)
      IP Address: 172.16.0.2
      Netmask   : 255.255.255.0
      Gateway   : 172.16.0.1
    • Komputer Client 1.1 (Snoopy)
      IP Address: 172.16.0.3
      Netmask   : 255.255.255.0
      Gateway   : 172.16.0.1
    • Komputer Client.1.2 (Woodstock)
      IP Address: 172.16.0.4
      Netmask   : 255.255.255.0
      Gateway   : 172.16.0.1
    • Komputer Client.1.3 (Doraemon)
      IP Address: 172.16.0.5
      Netmask   : 255.255.255.0
      Gateway   : 172.16.0.1
  2. Subnet Kedua
    • Komputer Server 2 (Elmo)
      IP address : 172.16.1.5
      Netmask : 255.255.255.0
      Gateway : 172.16.1.1
    • Komputer Client 2.1 (Tom)
      IP address : 172.16.1.2
      Netmask : 255.255.255.0
      Gateway : 172.16.1.1
    • Komputer Client 2.2 (Jerry)
      IP address : 172.16.1.3
      Netmask : 255.255.255.0
      Gateway : 172.16.1.1
    • Komputer Client 2.3 (Spike)
      IP address : 172.16.1.4
      Netmask : 255.255.255.0
      Gateway : 172.16.1.1
     Sekarang kita buat host-host virtual yang ada pada topologi tsb. dengan menggunakan sintaks UML. Buat file script berekstensi .sh untuk mengaktifkan host-host virtual tersebut. (di sini saya namai filenya: start.sh). Isi file yang berupa sintaks-sintaks UML dapat dilihat pada gambar berikut (ketikkan melalui program editor, misalnya Nano):
Jangan lupa buat juga file script untuk mematikan host-host virtual (di sini saya namai filenya: stop.sh). Sintaks UMLnya: uml_mconsole nama_console/jendela_xterm halt
       Sekarang jalankan file script start.sh dengan cara mengetikkan perintah bash start.sh pada Terminal. Jika tidak ada kesalahan saat mengetik isi file start.sh, maka sejumlah host-host virtual langsung muncul di layar. Setelah masing-masing host virtual menampilkan baris login, loginlah menggunakan username dan password yang ada pada filesystem UML yang kita jalankan.
       Setelah berhasil login, sekarang kita lakukan konfigurasi IP address di masing-masing host virtual tersebut. Caranya, buka /etc/network/interfaces melalui editor (di sini saya menggunakan perintah: nano /etc/network/interfaces). Lalu ketikkan konfigurasinya. Konfigurasi yang ditulis di bagian awal untuk semua host adalah sebagai berikut:
auto lo
iface lo inet loopback.
Konfigurasi untuk host Patrick (sebagai router)
Konfigurasi router adalah khusus sebab router memiliki fungsi-fungsi khusus, salah satunya yaitu mengarahkan paket data agar sampai ke tujuannya. Agar dapat berjalan sesuai fungsinya, router harus dikonfigurasi. Konfigurasi router yang harus diterapkan adalah sebagai berikut.
  1. Konfigurasi ip forward pada router.
    1. Buka file /etc/sysctl.conf dengan perintah:
      nano /etc/sysctl.conf
    2. Cari baris konfigurasi berikut: #net.ipv4.ip_forward=1
    3. Hapus tanda pagar di baris tersebut. Simpan file lalu keluar.
  2. Konfigurasi ip tables pada router.
    1. Buka file /etc/rc.local dengan perintah:
      nano /etc/rc.local
    2. Tambahkan baris konfigurasi berikut ini sebelum atau di atas perintah exit 0.
      iptables –A FORWARD –i eth1 –o eth0 –j ACCEPT
      iptables –A FORWARD –i eth2 –o eth0 –j ACCEPT
      iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –j MASQUERADE
  3. Konfigurasi interface: nano /etc/network/interfaces
    auto eth0
    iface eth0 inet static
            address 10.151.70.74 (IP_gateway + 1)
            netmask 255.255.255.0
            gateway 10.151.70.73 (IP_TUN/TAP + 1)

    auto eth1
    iface eth1 inet static
            address 172.16.0.1
            netmask 255.255.255.0

    auto eth2
    iface eth2 inet static
            address 172.16.1.1
            netmask 255.255.255.0
  4. Restart service networking yang menangani tentang konfigurasi jaringan agar perubahan konfigurasi yang dilakukan di atas dapat langsung diterapkan. Berikut ini perintah untuk merestart service tersebut:
    service networking restart

Lalu konfigurasi untuk masing-masing adalah sebagai berikut.
  • host Stitch
    auto eth0
    iface eth0 inet static
            address 172.16.0.2
            netmask 255.255.255.0
            gateway 172.16.0.1
  • host Snoopy
    auto eth2
    iface eth2 inet static
            address 172.16.0.3
            netmask 255.255.255.0
            gateway 172.16.0.1
  • host Woodstock
    auto eth3
    iface eth3 inet static
            address 172.16.0.4
            netmask 255.255.255.0
            gateway 172.16.0.1
     
  • host Doraemon
    auto eth1
    iface eth0 inet static
            address 172.16.0.5
            netmask 255.255.255.0
            gateway 172.16.0.1
  • host Tom
    auto eth0
    iface eth0 inet static
            address 172.16.1.2
            netmask 255.255.255.0
            gateway 172.16.1.1
  • host Jerry
    auto eth1
    iface eth1 inet static
            address 172.16.1.3
            netmask 255.255.255.0
            gateway 172.16.1.1
  • host Spike
    auto eth2
    iface eth2 inet static
            address 172.16.1.4
            netmask 255.255.255.0
            gateway 172.16.1.1
     
  • host Elmo
    auto eth3
    iface eth3 inet static
            address 172.16.1.5
            netmask 255.255.255.0
            gateway 172.16.1.1
Untuk menerapkan konfigurasi tersebut, jalankan perintah service networking restart.
        Jika saat merestart service networking tidak muncul pesan yang aneh-aneh (failed, warning, dsb.), berarti konfigurasi yang diterapkan telah dapat berjalan. Lakukan tes koneksi ke suatu alamat situs atau IP tertentu dengan perintah ping (di sini saya mengetes koneksi ke alamat situs ITS dengan mengetikkan perintah di Terminal: ping its.ac.id) dan lakukan update dengan mengetikkan perintah apt-get update. Jika kedua perintah tersebut berhasil dijalankan, maka host-host UML yang telah dibuat telah terkoneksi dengan baik.

- Bersambung... -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar